SPESIAL
USTADZ ABU AQILA 
ABOUT BR
INFO & ARTIKEL
WAKTU SHOLAT
RENUNGAN
PENGUNJUNG
|
Aqidah - Ketika Ruh Dicabut
Ketika Ruh Dicabut Oleh: Mochamad Bugi Imam Ahmad dalam Musnad-nya, demikian juga Ibnu Hibban, Abu ‘Awanah Al-Isfirayaini dalam kitab Shahih keduanya, meriwayatkan dari Al-Manhal dari Zadan bin Al-Bara’ bin ‘Azib bahwa ia berkata, “Kami pernah pergi bersama Rasulullah untuk mengantar jenazah. Beliau duduk di atas kuburan dan kami duduk di sebelahnya. Kami diam dan tenang laksana di atas kepala kami terdapat seekor burung. Sambil menguburkan jenazah tersebut, Beliau berkata, “Aku berlindung diri kepada Allah dari siksa kubur.” Beliau mengucapkannya tiga kali.
Selanjutnya Beliau bersabda, “Sesungguhnya orang yang beriman jika akan pindah ke alam akhirat dan meninggalkan dunia, maka para malaikat itu turun kepadanya. Wajah mereka seperti matahari dan setiap dari mereka membawa wewangian dari surga dan kain kafan. Mereka duduk di dekat orang yang beriman sebatas pandangan kemudian malaikat pencabut nyawa duduk di dekat kepalanya dan berkata, “Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan dan keridhaan Allah.”
Rasulullah kemudian bersabda, “Ruh orang beriman pun keluar dari jasadnya seperti halnya air keluar dari mulut teko. Malaikat pencabut nyawa segera mengambilnya. Ketika ruh orang itu telah berada dalam genggamannya, para malaikat yang lain tidak membiarkan ruh orang beriman itu berada di tangan malaikat pencabut nyawa sekejap mata hingga kemudian mereka mengambilnya dan menaruhnya di atas kain kafan surga dan wewangian tersebut. Dari ruh orang beriman, keluarlah wewangian paling harum yang pernah ada di bumi.”
Kata Rasulullah selanjutnya, “Kemudian para malaikat naik membawa ruh orang beriman dan setiap kali mereka melewati para malaikat, maka mereka bertanya, “Ruh siapa yang harum ini?” Mereka menjawab, “Ini adalah si fulan bin fulan,” sembari menyebutkan nama terbaik yang pernah menjadi sebutannya ketika di dunia hingga kemudian mereka berhenti di langit kedua. Mereka minta dibukakan bagi ruh tersebut kemudian dibukakanlah untuknya. Ruh tersebut disambut seluruh makhluk di langit kedua dan mereka mendekatkan ruh tersebut ke langit berikutnya hingga mereka membawa ruh itu tiba di langit di mana Allah berada. Allah kemudian berfirman, “Tuliskan kitab hamba-Ku ini dalam ‘Illiyyin, lalu kembalikanlah ia ke bumi. Sebab, dari bumi itulah Kami menciptakan mereka, ke dalamnya Kami kembalikan mereka, dan darinya pula Kami keluarkan mereka sekali lagi.”
Selanjutnya Rasulullah bersabda, “Dan sesungguhnya orang kafir itu jika meninggal dunia menuju ke akhirat, maka para malaikat turun kepadanya dari langit dengan wajah yang hitam dan membawa kain kafan kasar, lalu duduk di dekatnya sebatas pandangan.
Malaikat pencabut nyawa datang kepadanya dan duduk di dekat kepalanya lantas berkata, “Wahai ruh yang kotor, keluarlah menuju kemurkaan dan kemarahan dari Allah!” Lalu ruhnya berpisah dari jasadnya dan malaikat mencabutnya seperti mencabut besi pembakar dari wol yang basah. Selanjutnya malaikat pencabut nyawa mengambilnya dan jika sudah ia ambil, maka para malaikat yang lain tidak membiarkan ruh tersebut di tangannya sekejap mata hingga kemudian mereka meletakkannya di dalam kain kasar tersebut. Dari padanya keluar bau paling busuk yang pernah ada di muka bumi.
Para malaikat membawanya naik dan setiap kali mereka melewati malaikat, mereka bertanya, “Ruh busuk siapa ini?” Para malaikat menjawab, “Ini adalah si fulan bin fulan,” sembari menyebutkan sejelek-jeleknya nama yang dialamatkan kepadanya ketika di dunia. Ruh itu terus dibawa naik hingga sampai ke langit dunia. Ia meminta agar pintu langit itu dibuka, namun tidak juga dibukakan untuknya.
Kemudian Beliau membacakan firman Allah swt., “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum.” (Al-A’raf: 40).
Allah swt. kemudian berkata, “Tuliskan kitabnya di Sijjin, di bumi yang terbawah!” Lalu ruh tersebut dilemparkan begitu saja. Selanjutnya Rasulullah membacakan firman Allah, “Barangsiapa menyekutukan sesuatu dengan Allah, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (Al-Hajj: 31) [Diriwayatkan oleh Ahmad (VI/287 dan 295) dan Abu Dawud (4753)]
Dibuat tanggal : 26/06/2007 ¤ 09:52
Update terakhir : 26/06/2007 ¤ 09:52
Kategori : Aqidah
Dibaca 1650 Kali
preview
Cetak
| Member Area
FOTO-FOTO
|
PENCARIAN
KALENDER
POLLING
KONTAK KAMI
Bengkel Rohani Buaran Komplek Rukan Buaran Persada Blok no. 8 Jl. Jendral R Soekamto Jakarta Timur Telp : (021) 86612349 / 8661325
Bengkel Rohani Koja Ruko Koja Baru Jl. Raya Koja- Plumpang Jakarta Utara Telp : (021) 26793123 Bengkel Rohani Ciputat Jl. Ir.H.Juanda No.2A Ciputat - Jakarta 15412 Telp : (021) 7440833 / 7409637 Fax : (021) 7495253 Bengkel Rohani Pekayon Jl. Raya Pekayon No. 8 Jaka Setia - Bekasi Selatan Telp : (021) 8215242 Bengkel Rohani Bekasi Jl. Inpeksi Kalimalang Ruko Niaga Kalimas I Blok D23-24 Bekasi Timur - Jawa Barat Telp : (021) 88357762 / 88357763 Bengkel Rohani Bogor Ruko Taman Yasmin Sektor 6 No. 188 Jl Ring Road ( KH.R. Muhammad bin Nuh ) Bogor - Jawa Barat Telp : (0251) 753 8302 Bengkel Rohani Depok Jl Margonda Raya ITC Depok No 42 Depok - Jawa Barat Telp : (021) 752 2815 Bengkel Rohani Cikarang Jl Cianduy Raya Blok A No 24 Ruko Pinangsia, Graha Asri Cikarang Baru Telp : (021) 8914 4433
Bengkel Rohani Tangerang Jl Empu Panuluh Raya No 46 Perumnas II Karawaci Tangerang - Banten Telp : (021) 551 0466
Email
abuaqila@bengkelrohani.com abusyihan@bengkelrohani.com hasbullah@bengkelrohani.com pondokzakat@bengkelrohani.com
|